Templates by BIGtheme NET

Home / Babel / Sarjana Keperawatan Wajib Ambil Profesi Ners
Ketua Umum Asosiasi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI), Dr. Muhammad Hadi, M. Keb

Sarjana Keperawatan Wajib Ambil Profesi Ners

10 September 2015 | 11:34:43pm
Share Button

Pangkalpinang (koranbabel.com) — Sebanyak 88 sarjana yang terdiri dari 12 orang D3 Kebidanan dan 76 orang S1 Keperawatan, diwisuda oleh Stikes Citra Delima Bangka Belitung, kemarin (10/9) di Hotel Soll Marina.

Bagi wisuda S1 Keperawatan perjuangan pendidikan dan biaya belum berhenti usai diwisuda, pasalnya mereka harus melanjutkan jenjang pendidikan profesi Ners selama dua semester atau satu tahun untuk dapat bekerja.

Kepada KORAN BABEL,  Ketua Yayasan Stikes Citra Delima Hj Purnomo Herru Pudjiarto, DSM,S.Sos menjelaskan bahwa studi profesi Ners harus diambil oleh mahasiswa yang dinyatakan lulus sesuai surat edaran dari Asosiasi perguruan Ners di seluruh Indonesia. Ia pun menyatakan bahwa penyelenggaraan pendidikan profesi ini mewajibkan mahasiswa kembali menuntut ilmu ke institusi almamater.

“Tahun kemarin diberi kebebasan (memilih sekolah lain melanjutkan profesi Ners), tapi tahun ini harus dilaksanakan di almamater setempat. Sentra praktek akan dilakukan di rumah sakit minimal tipe B,” ungkap Herru.

Sementara acara wisuda ini turut dihadiri oleh Ketua Umum Asosiasi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI), Dr. Muhammad Hadi, M. Keb membenarkan bahwa tak seperti lulusan D3 yang dapat langsung bekerja, gelar S1 harus mengikuti profesi ners yang kemudian dilanjutkan dengan uji kompetensi. Setelah melewati kedua tahapan ini berulah mengantarkan agar wisudawan S1 resmi berpraktek.

“Beda D3 memang untuk keterampilan dan S1 dari kurikulum murni pengembangan ilmu jadi harus diberikan profesi mantap. Bila dikualifikasikan ketenagaan D3 di level 5. Sarjana level 6. Profesi level 7 dalam sistem kepegawaiannya. Disepakati organisasi (AIPNI) harus dalam satu paket, sama dengan pendidikan dokter, karena masing-masing perguruan tinggi punya ciri masing-masing,” jelasnya.

Soal biaya, wisudawan yang telah menuntaskan pendidikan selama delapan semester di bangku kuliah S1 ini membutuhkan pengeluaran biaya lagi sekitar 28 juta untuk profesi ners selama 1 tahun masa pendidikan. Dijelaskan Muhammad Hadi bahwa sebagian besar biaya ini lebih mahal untuk kebutuhan praktek di rumah sakit.

Meminta pendapat Ketua Stikes Citra Delima, dr.Hj Sjenileila Boer, M.Pid bahwa jurusan S1 Keperawatan memang menjadi favorit di Stikes Citra Delima mengingat, hanya ada dua Stikes di Bangka yang menggelar pendidikan S1 Keperawatan. Alasan lainnya karena jurusan S1 Keperawatan terbuka untuk kalangan pria.

“Total mahasiswa yang sudah diwisuda (Stikes Citra Delima) sebanyak 200 orang, mereka bekerja di BPJS, di bidan praktek swasta, dan puskesma. Sedangkan untuk pendidikan praktek (profesi ners) akan dilakukan di rumah sakit umum, rumah sakit jiwa, dan rumah sakit Bhakti Timah,” jelas Sjenileila.

Mengenai biaya kuliah, setidaknya terdapat kuota diperuntukkan sebanyak enam orang mahasiswa tidak mampu yang akan dibiayai dari APBD Provinsi Kepulauan Babel. (Pros.Adv/dhi)

Comments

comments

About willy1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*