Templates by BIGtheme NET

Home / Babel / UMK Kota Pangkalpinang Rp2,34 Juta
Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Pagkalpinang Mikron Antariksa

UMK Kota Pangkalpinang Rp2,34 Juta

24 November 2015 | 12:17:09am
Share Button

Pangkalpinang (koranbabel.com) — Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Pangkalpinang, Mikron Antariksa, mengatakan UMK Kota Pangkalpinang tahun 2016, naik menjadi Rp2,34 juta dari sebelumnya Rp2,1 juta. Untuk itu, dia menegaskan, kepada perusahaan agar mematuhi aturan yang berlaku, terkait adanya kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) di tahun 2016 mendatang.

Hal itu, kata Mikron, sebagai tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah (PP) No 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Yang artinya Pemda maupun perusahaan wajib melaksanakan PP tersebut. Berdasarkan PP tersebut UMK ditetapkan naik sebesar 11,5 persen dari tahun sebelumnya. Dengan demikian, tahun depan UMK Kota Pangkalpinang naik menjadi Rp2,34 juta, dari yang sebelumnya Rp2,1 juta.

“Karena kita ini pelaksana keputusan pemerintah maka kita laksanakan dan ini juga menyangkut hajat hidup seluruh masyrakat. Kenaikan besaran upah minimum sekitar 11,5 persen ini dihitung berdasarkan laju pertumbuhan ekonomi nasional dan inflasi nasional bukan daerah,” kata Mikron, Senin (23/11).

Dengan diterapkannya UMK tersebut, Kota Pangkalpinang, menjadi UMK tertinggi di pulau Sumatera. Menurut Mikron penetapan upah, memang mesti memperhatikan aspek keadilan dan kemerataan hidup para buruh, “Dewan pengupahan Kota Pangkalpinang telah mengadakan rapat dalam merumuskan besaran UMK ini,” jelasnya.

Untuk menyebarkan informasi tersebut, Dinsosnaker  melakukan sosialisasi dengan instansi terkait dan dalam sosialisasi kemarin itu, dihadiri sebanyak 60 pimpinan perusahaan dan juga 60 perwakilan para pekerja. Kemudian hasil sosialisasi itu akan dilanjutkan ke lapangan untuk diterapkan.

Ia berharap, sosialisasi yang dilakukan tersebut, dapat menginformasikan kepada pengusaha yang diundang sebanyak 60 perusahaan yang ada diwilayah Kota Pangkalpinang dan 60 perwakilan pekerja, “Kami telah mengundang para pimpinan perusahanan yang ada di wilayah Kota Pangkalpinang untuk menginformasi kepada para perusahaan agar hasil sosialisasi ini bisa langsung diterapkan di lapangan,” imbuhnya.

Ditambahkannya, meskipun hingga saat ini minim keluhan dari tenaga kerja yang bekerja di berbagai perusahaan di Kota Pangkalpinang, namun perlu diantisipasi karena tidak menutup kemungkinan masih ada perusahaan membayar gaji buruh atau karyawan di bawah Upah Minimum Kota (UMK).

“Kita akan melakukan pengawasan terhadap setiap perusahaan yang ada diwilayah Kota Pangkalpinang untuk bisa menerapkan UMK yang telah diterapkan ini. Dengan kenaikan UMK ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para pekerja, dan juga diharapkan naiknya UMK maka produktifitas pekerja juga naik semangat untuk bekerja juga naik. Tiap tahun belum tentu UMK akan naik tergantung perekonomian dan tingkat inflasi daerah,” tukasnya. (to)

Comments

comments

About willy1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*