Templates by BIGtheme NET

Home / Babel / Koba Jangan Sampai Menjadi “Ghost Town”
Patrianusa Sjahrun. (foto: dokumen Koranbabel.com)

Koba Jangan Sampai Menjadi “Ghost Town”

11 January 2016 | 12:58:35am
Share Button

Koba (koranbabel.com) — Perekonomian terus terjun bebes, Koba jangan sampai menjadi “Ghost town”. Kondisi memprihatinkan ini sangat dirasakan sekali oleh masyarakat kota Koba. Inflasi terus naik, warga kota Koba terus berbelanja dengan memanfaatkan uang tabungan. Itupun berlaku bagi yang memiliki tabungan, bagi yang tidak ada tabungan mungkin kerja serabutan dilakukan mereka untuk menyambung hidup.

Tokoh masyarakat Bangka Tengah, Ir.Patrianusa Sjahrun mengaku sedih melihat perekonomian kota koba semakin hari terus terjun bebas. Ia selaku warga koba menginginkan koba tin segera beroperasional kembali.

“Kalau Koba begini terus, lama-lama koba menjadi ‘Ghost town’ atau kota hantu sepi tanpa penghuni. Karena penduduknya semakin hari habis, pindah ke tempat yang dirasa nyaman sembari mencari sesuap nasi menghidupi keluarga,” kata Ir.Patrianusa kepada koranbabel.com usai menghadiri kegiatan Musda IV DPD PAN di GSG kecamatan Koba, Sabtu (9/1/2016).

Selaku mantan karyawan PT.Koba Tin sekaligus wakil Bupati Bateng, Ir.Patrianusa tahu persis bahwa perekonomian kota Koba bergantung pada aktifitas PT.Koba Tin. APBD Bateng setiap tahunnya hanya fokus pada pembangunan fisik, tanpa memperhatikan sektor perindustrian di kota Koba.

“Tahun 2013 kebawah, perekonomian kota Koba berkembang pesat karena PT.Koba Tin masih beroperasional. Setelah PT.Koba Tin dipaksa tutup, perekonomian lumpuh total,” katanya.

Yang membuat dia miris, saat pergi ke pasar modern kota Koba. transaksi jual beli antara pembeli dan pejual disana sangat minim.

“Kadang, kalau pukul 14.00 wib. Saking minimnya pembeli, biasanya pedagang memberikan sisa dagangannya seperti sayur dan ikan secara cuma-cuma kepada orang lain,” ungkap Patrianusa.

Kendati demikian, Ir.Patrianusa tetap berupaya memperjuangkan agar PT.Koba Tin kembali beroperasional. Ia akan mendesak pimpinan daerah Provinsi Babel dan Pemerintah pusat, untuk segera menghidupkan kembali PT.Koba Tin.

“Saya akan temui langsung pimpinan daerah di Babel, baik dari langkah politik ataupun aspirasi masyarakat Koba yang harus ditempuh. Begitu juga ke pemerintah pusat, saya akan kembali datang langsung ke kementrian ESDM RI meminta agar Koba Tin segera beroperasi,” ulasnya.

Ir.Patrianusa menyayangkan kalau pimpinan daerah di Babel, baik itu tingkat Provinsi Babel maupun kabupaten Bateng dan Basel terus kukuh pada pembagian saham tertinggi.

“Sekarang masalah saham, Jangan menjadi patokan beroperasional atau tidaknya lagi PT.Koba Tin. Pimpinan daerah itu harus pikirkan bagaimana caranya PT.Koba Tin ini segera beroperasi kembali. Biar kami warga Koba tidak mati kelaparan, dan kobapun jangan dibiarkan menjadi ‘Ghost town’,” tegasnya.

Ia mendapati keluhan warga kota Koba, bahwa mereka sedang dilanda kesusahan memenuhi kebutuhan keluarga. Sebagian mereka, harus meninggalkan kampung tercintanya guna mencari sebuah pekerjaan yang layak dinegeri orang lain.

“Imbas melesunya perekonomian kota Koba. Saat ini banyak aksi kriminal seperti mencuri, yang mengharuskan mereka demi menyambung hidup” katanya.

Untuk profesi, selain pegawai pabrik industri tambang. rata-rata mereka masyarakat kota Koba, melakoni profesi sebagai pedagang skala kecil menggantungkan nasib kepada pegawai pabrik tersebut.

“Kalau PNS Pemkab Bateng tidak bisa diharapkan sebagai profesi penekanan inflasi. Karena mereka kebanyakan warga Pangkalpinang dan Sungailiat, sehingga berbelanja sehari-haripun ditempat mereka tinggal,” katanya.

Dampak melesunya perekonomian ini memang tidak sangat dirasakan oleh masyarakat di kecamatan Namang, Lubuk Besar, Simpang Katis, Sungai Selan dan Pangkalan Baru wilayah kabupaten Bateng.

“Sebagian masyarakat disana bergantung pada hasil perkebunan. Saat ini harga lada cukup menggiurkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” katanya.

“Kemudian khusus kecamatan Pangkalan Baru, sektor industrinya berjalan normal karena berbatasan dengan kota Pangkalpinang. Disana ada mall, hotel dan perusahaan besar bergerak di sektor pertambangan. Nah, kalau Koba, apa yang diandalkan,” tambahnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat kota Koba, jangan berkecil hati, “Mudah-mudahan Pemerintah pusat melihat apa yang terjadi di kota Koba. “Kami berharap dalam waktu dekat PT.Koba Tin kembali beroperasi,” pungkasnya. (ron)

Comments

comments

About

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*