Templates by BIGtheme NET

Home / Babel / Kapolres: Kami Sudah Imbau Kosongkan Lokasi
Kegiatan penambangan timah inkonvensional marak di kolong Fis Farm milik eks PT Koba Tin. (koranbabel/roni)

Kapolres: Kami Sudah Imbau Kosongkan Lokasi

1 February 2016 | 11:08:41pm
Share Button

Koba (koranbabel.com) — Kapolres Bangka Tengah (Bateng), AKBP Roy Ardhya Candra,S.IK mengaku sudah mengimbau agar lokasi penambangan ti apung Fis Farm milik eks PT Koba Tin segera dikosongkan, karena reklamasi berbentuk penangkaran ikan milik PT.Koba tin tersebut merupakan asset negara.

“Itu asset, makanya kami minta kosongkan,” kata AKBP Roy kepada koranbabel.com, Senin (1/2/2016).

AKBP Roy mengungkapkan pihak kepolisian yang saat itu dipimpin Kasat Intel dan Kasat Sabhara sudah turun ke lokasi. Mereka meminta tidak ada aktifitas lagi disana.

“Kemarin sudah dikasih tempo oleh kasat intelkam Polres Bateng. Terlepas masih beroperasi atau tidak, nanti sana tanya lagi sama anak buah saya kenapa masih beroperasi belum dikosongkan,” ungkapnya.

“Kalau sudah diomongin masih bangkang, tindak tegas saja sekalian dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Iapun mengimbau kepada anggota kepolisian jangan sekali-kali membekengi aktifitas tambang timah ilegal, “Kita berikan sanksi, bagi anggota yang coba-coba buat macem-macem atas tambang timah illegal tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Pejabat Kades Nibung yang kemarin menggebu-gebu protes karena ada mantan ketua LPM Nibung pungut Fee 3 kg tanpa kesepakatan desa Nibung, ternyata malah tidak tahu apa jadinya fis farm tersebut.

Seharusnya tindak lanjut Hartono melaporkan mantan Ketua LPM Nibung ke aparat penegak hukum, sebab telah membawa nama desa melakukan aktifitas illegal dengan memungut fee.

“Sudah, kami turun kemarin sama Polpp dan polisi, tidak tahu lagi apa jadinya kolong Fis farm tersebut,” kata Hartono kepada koranbabel.com.

Saat disindir, apakah Hartono melakukan gertak, lalu manfaatkan situasi dengan meminta jatah dari pungutan fee sebesar Rp.500 ribu/ponton/minggu, dia menegaskan hal itu tidak benar.

“Saya tegaskan, kami ataupun saya pribadi tidak menerima fee dari sana. Silakan di kroscek, atau kalau mau ditindak juga ada pihak terkait lainnya,” tegas Hartono.

Untuk masalah pungutan fee sebesar 3 kg katanya untuk pembangunan masjid oleh mantan Ketua LPM Nibung, memang benar adanya.

“Dia sudah mengakui, dan uang itu diserahkan ke Masjid. Selanjutnya, karena tanpa persetujuan desa Nibung, mereka yang merupakan rombongan mantan Ketua LPM Nibung menghentikan aktifitasnya,” pungkas Hartono. (ron)

Comments

comments

About

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*