Templates by BIGtheme NET

Home / Babel / Polres Bangka Bantah Berdamai Dengan Sunfo

Polres Bangka Bantah Berdamai Dengan Sunfo

1 August 2017 | 11:27:01pm
Share Button

SUNGAILIAT (KORANBABEL.COM) — Semenjak aparat gabungan dari Direskrimsus Polda Babel dan Polres Bangka menggerebek gudang pasir timah milik Sunfo di Kampung Kapitan, Kelurahan Mantung, Kecamatan Belinyu pada tanggal 3 Juni 2017 lalu, hingga kini tak lagi terdengar upaya polisi melakukan proses hukum terhadap bos timah tersebut.

Kasus kepemilikan pasir timah 1,4 ton tersebut terkesan mengambang. Bahkan berkembang isu jika Polres Bangka tak akan lagi memproses Sunfo lantaran sudah ada kesepakatan damai. Ibu Sunfo dikabarkan sudah bertemu dengan Kapolres langsung untuk penghentian kasus tersebut.

Namun Kapolres Bangka, AKBP Johannes Bangun, S.Sos, SIK kepada sejumlah wartawan terkesan enggan memberikan komentar terkait hal tersebut. Selasa (1/8/2017), lagi – lagi Kapolres tak mau memberikan jawaban ketika hendak dikonfirmasi langsung maupun dikonfirmasi via ponselnya. Secara halus ia menjawab silakan menguhubungi kabag ops untuk konfirmasi pemberitaan.

“Ke Kabag Ops aja, ini saya jelaskan tupoksi di Kepolisian ya. Fungsi humas dibawah Kabag Ops, jadi Kabag Ops punya kompetensi untuk menjelaskan peraka di Polres. Melalui fungsi humas Polres. Biar kabag ops menguasai tupoksinya juga. Dengan ditanyai wartawan Kabag Ops yang mengemban fungsi humas akan semakin profesional. Nanti saya telepon Kabag Ops,” kata kapolres saat dikonfirmasi via ponselnya.

Sementara Kabag Ops Polres Bangka, Kompol S Sophian SH SIK membantah adanya isu mengenai kasus Sunfo sudah dihentikan lantaran terjadi perdamaian. Menurutnya, informasi dari Kasat Reskrim Polres Bangka, AKP Andi Purwanto, SH, SIK, saat ini penyidik masih melanjutkan perkara Sunfo dan sudah diterbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Sunfo.

“Tidak benar ada kesepakatan damai. Berdasarkan keterangan kasat reskrim bahwa proses illegal mining terhadap Sunfo masih lanjut. Dan Status DPO nya sudah diterbitkan dan ditandatangani,” ungkap Sophian.

Sebelumnya, Aparat gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung (Ditreskrimsus Polda Babel) bersama jajaran Polres Bangka, Sabtu malam (3/6/2017) menggerebek sebuah gudang penampung pasir timah di Kampung Kapitan, Kelurahan Mantung, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka.

Saat penggerebekan, polisi menemukan pasir timah sebanyak 18 kampil atau sekitar 1.471 Kg atau 1,4 ton dari dalam gudang. Sedangkan pemilik gudang tidak berada di tempat, sehingga hanya mengamankan barang bukti saja.

Menurut data kepolisian, penggerebekan gudang timah ini bermula ketika anggota Reskrim Polres Bangka mendapat informasi bahwa ada penampungan pasir timah yang diduga dari hasil penambangan di kawasan Hutan Lindung wilayah Kecamatan Belinyu.

Kemudian, polisi melakukan penyelidikan dan langsung mendatangi gudang yang berada di kediaman Sunfo. Saat dilihat, gudang tersebut dalam keadaan terkunci. Setelah yakin di dalam gudang menyimpan pasir timah ilegal, polisi selanjutnya melakukan upaya paksa, karena pemilik gudang tidak datang meski sudah dipanggil untuk membuka gudang.

Akhirnya pintu gudang didobrak dan penggeledahan disaksikan oleh Lurah Mantung, Kaling Enam, Dirkrimsus Polda Babel, Kapolres Bangka dan Beni yang merupakan keponakan Sunfo. Benar saja, setelah dibuka di dalam gudang ditemukan pasir timah dimaksud, berikut satu buah timbangan yang langsung diamankan ke Polres Bangka.(mau)

Comments

comments

About willy1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*