Templates by BIGtheme NET

Home / Babel / Kakak Beradik Nyaris Tewas di Pantai Matras

Kakak Beradik Nyaris Tewas di Pantai Matras

6 August 2017 | 08:41:45pm
Share Button

SUNGAILIAT (KORANBABEL.COM) – Dua orang kakak beradik asal Jambi terseret ombak saat mandi di Pantai Matras Sungailiat, Minggu (6/8/2017) sekitar pukul 16:00 WIB. Beruntung keduanya berhasil diselamatkan pengunjung pantai serta tim pengamanan pantai matras. Keduanya pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Medika Stania Sungailiat untuk mendapatkan perawatan medis.

Saat itu kondisi di Pantai Matras sedang dilanda angin kencang, membuat ombak tampak besar. Dua pengunjung yang asyik mandi di pantai kemudian tak sadar terseret ke tengah. Mereka pun panik dan meminta pertolongan pengunjung lainnya.

“Ombak memang sedang besar, mereka mandinya agak ke tengah. Keliet ngelambai tangan jadi orang-orang spontan nolong. Banyak yang nolong tadi, termasuk ibu-ibu itu,” kata salah satu mahasiswa KKN UBB Matras di Rumah Sakit Medika Stania Sungailiat.

Korban diketahui sedang berlibur ke Bangka, menemui keluarganya di Puding Besar dan bermaksud menikmati keindahan Pantai Matras Sungailiat. Korban kakak beradik ini berasal dari Provinsi Jambi ‎atas nama Adelia (13) dan Febriansyah (11).

Salah satu yang melakukan penyelamatan, Hj Fitriani istri dari almarhum H Sakinawa dari Tim Emas Diving Babel ikut dilarikan ke rumah sakit lantaran kelelahan hendak menolong korban. Sedangkan kakak beradik yang hanyut tersebut berhasil diselamatkan.

Hj Fitriani dan Febriansyah diangkut ke rumah sakit dengan menggunakan mobil yang memang sudah disiapkan Tim SAR. Sementara itu Adelia dibawa ke rumah sakit dengan menggunakan pikap oleh mahasiswa UBB yang sedang KKN di Lingkungan Matras.

Tiba di rumah sakit ketiganya mendapat perawatan di ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Medika Stania Sungailiat. Beruntung ketiganya berhasil diselamatkan hanya tampak lemas karena kebanyakan meminum air laut dan kehabisan oksigen. Kondisi agak parah dialami Febriansyah yang harus diberikan infus.

Sedangkan Hj. Fitriani yang akrab disapa Ibu Sakinawa tampak sudah mulai berangsur stabil kondisinya. Kepada wartawan Ibu Sakinawa menuturkan, saat itu ia baru saja selesai Sholat Ashar dan duduk tidak jauh dari mushola.

“Dak lama abis Ashar tuh kedenger orang teriak minta tolong. Langsung la spontan berlari ke pantai. Sempat bolak balik lagi pantai ke darat, darat ke pantai ambil alat. Korban tuh bedua la di tengah timbul tenggelam,” cerita Ibu Sakinawa.

Ibu Sakinawa mengaku sempat melihat Adelia berpegangan kepada Febriansyah seperti berpelukan. Setelah itu ia tidak lagi bisa mengetahui situasi karena pusing akibat kelelahan hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit.‎

Orangtua korban tenggelam sempat menyatakan, kedua anaknya sudah diminta untuk berhenti berenang karena hendak melanjutkan perjalanan ke Pangkalpinang.
Namun kedua anaknya yang sedang asik berenang ini masih terus bermain hingga tanpa diduga mengalami kejadian yang hampir merenggut nyawanya.

Sampai berita ini diturunkan ketiga korban dalam peristiwa tenggelam masih dirawat di Rumah Sakit Medika Stania Sungailiat. Korban disarankan untuk rawat inap karena tampak kondisinya lemas serta kedinginan. Tampak juga Lurah Matras, Kasat Polair serta kerabat korban, memantau kondisi korban.(mau)

Comments

comments

About willy1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*