Templates by BIGtheme NET

Home / Babel / Kapolri Minta Daerah Jangan Mempersulit Izin Usaha

Kapolri Minta Daerah Jangan Mempersulit Izin Usaha

6 August 2017 | 07:57:17pm
Share Button

PANGKALPINANG (KORANBABEL.COM) – Kapolri Jendral (Pol) M Tito Karnavian mengungkapkan jika ingin banyak investor menanamkan modalnya di suatu daerah, maka jangan pernah mempersulit masalah perizinan.

Menurut Kapolri dengan sistem pengurusan izin yang mudah maka investor akan senang menamkan modalnya demi mendukung percepatan pembangunan suatu wilayah.

” Selain itu para investor sebelum berinvestasi pasti melakukan cek dan ricek terhadap keamanan wilayah yang akan disinggahinya, jika suatu wilayah rawan konflik dan selalu tidak aman maka para investor akan malas berusaha di daerah tersebut, ” ungkap Kapolri saat memberikan ceramah umum di hadapan Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiwa, dan anggota Polri, Jumat (04/08/2017) di Aula PT Timah Tbk, Pangkalpinang.

Dikatakan Kapolri diera keterbatasan anggaran ini peran investor lumayan sangat membantu pemerintah dalam percepatan pembangunan, jadi jangan sampai sistek perizinan ini terus berubah saat ganti kepemimpinan.

“Biasanya sering terjadi di daerah ganti kepala maka akan ganti juga kebijakan. Kesulitan dalam mengurus masalah perizinan salah satu faktor yang membuat para investor malas berinvestasi di daerah apalagi daerah tersebut rawan konflik, ” tutur Kapolri.

Pada kesempatan ini Kapolri juga berpesan kepada aparat kepolisian setempat untuk menangkap apabila ada oknum yang bermain untuk mempersulit perizinan.

“Namun apabila perizinan dimudahkan, jangan sampai pula para investor tidak menghiraukan masyarakat sekitar. Karena biar bagaimanapun berdirinya badan usaha diharapkan dapat mengurangi pengangguran terutama di wilayah perusahaan tersebut berdiri. Jangan sampai demi mengharapkan keuntungan yang besar, rakyat kecil dikorbankan, ” tukas Kapolri.(rya)

Comments

comments

About willy1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*